Perbandingan Skema Pemantauan Suhu Trafo Kering vs Trafo Basah
发布时间: 发布时间29 Mei 2026 02:12:02
- Pemantauan Suhu Trafo Kering:Termometer platina PT100 dipasang langsung di ujung kumparan, dan pengatur suhu menampilkan suhu kumparan tiga fasa secara real-time. Pengatur suhu mengontrolnya secara otomatis berdasarkan ambang batas yang telah ditetapkan.Kipas PendinginPengaktifan dan penonaktifan, pemicu alarm dan perlindungan pemutusan arus saat terjadi kelebihan suhu
- Pemantauan Suhu Trafo MinyakAdopsiBWYSeri termostat oli ini mengukur suhu oli di bagian atas,BWRTermostat gulungan seri ini menghitung suhu titik panas gulungan secara tidak langsung melalui simulasi termal. Termostat ini dipasang di bagian luar tangki oli, sehingga tidak perlu memasang sensor di dalam gulungan.
- Perbedaan inti: Pengukuran suhu pada trafo kering dilakukan secara langsung, dengan sensor yang ditempatkan di dalam belitan; pengukuran suhu pada trafo minyak dilakukan secara tidak langsung (melalui permukaan minyak secara langsung dan simulasi panas belitan), dengan sensor yang ditempatkan di luar tangki minyak
1. Perbedaan mendasar dalam metode pemantauan
| dimensi perbandingan | Trafo tipe kering | Trafo yang terendam minyak |
|---|---|---|
| Jenis sensor | RTD platinum PT100 (belitan terkubur) | Termometer platina PT100 (suhu oli) + simulasi panas (gulungan) |
| posisi pemasangan | Di bagian dalam atau ujung lilitan | Dudukan sensor suhu di bagian atas tangki bahan bakar (tingkat bahan bakar), bagian luar tangki bahan bakar (termostat gulungan) |
| Jenis termostat | BWDK/Pengatur Suhu Digital Seri IB | Termostat level oli tipe jarum seri BWY + Termostat suhu belitan seri BWR |
| Pengendalian Pendinginan | Termostat secara langsung menghidupkan dan mematikan kipas pendingin | Termostat mengendalikan kipas radiator atau pompa oli |
| fungsi komunikasi | Komunikasi RS485 (opsional) | Berfokus pada keluaran kontak listrik |
2. Termostat transformator tipe keringKonfigurasi Fitur
Fungsi model pengatur suhu trafo kering ditandai dengan huruf akhiran: D berarti tampilan suhu digital, E berarti keluaran peringatan suhu berlebih, F berarti kontrol otomatis kipas pendingin, G berarti komunikasi serial RS485, dan I berarti pemantauan arus beban tiga fasa. Saat memilih model, pilih sufiks yang sesuai berdasarkan kombinasi fungsi yang dibutuhkan. Misalnya, jika memerlukan pemantauan jarak jauh, harus memilih model dengan sufiks G.
Termostat dapat diatur untuk beberapa titik pengaturan suhu: suhu pengaktifan kipas (biasanya 100°C), suhu penghentian kipas (biasanya 80°C), suhu peringatan suhu berlebih (biasanya 130–150°C), dan suhu pemutusan arus akibat suhu berlebih (biasanya 150–170°C). Semua ambang batas dapat disesuaikan sesuai dengan tingkat isolasi transformator dan lingkungan operasional.
3. Hal-hal penting dalam konfigurasi pengatur suhu trafo minyak
Pengatur Suhu Permukaan Minyak (Seri BWY) dilengkapi dengan 2 hingga 6 set kontak listrik yang dapat disesuaikan; jumlah kontak dapat dipilih sesuai kebutuhan pengendalian. Pengatur Suhu Kumparan (Seri BWR) mendeteksi arus beban melalui transformator arus, dan elemen pemanas menghasilkan kenaikan suhu yang sebanding dengan kerugian tembaga. Kombinasi keduanya memungkinkan penunjukan suhu permukaan oli, perhitungan suhu titik panas lilitan, pengendalian pendinginan otomatis, peringatan suhu berlebih, dan perlindungan pemutusan arus.
4. Pertanyaan yang sering diajukan
4.1 Pertanyaan: Apakah pengatur suhu untuk trafo kering dapat digunakan pada trafo minyak?
Jawab: Tidak bisa. Pengatur suhu trafo kering dirancang untuk menerima sinyal dari sensor PT100, sedangkan pengatur suhu trafo basah menggunakan struktur pengatur suhu mekanis yang terdiri dari elemen sensor suhu, tabung kapiler, dan tabung Bourdon. Antarmuka sensor dan cara pemasangannya sangat berbeda, sehingga keduanya tidak dapat saling diganti.
4.2 Pertanyaan: Apakah fungsi tambahan pada termostat dapat ditingkatkan di kemudian hari?
Jawaban: Beberapa model mendukung pembaruan melalui penggantian modul fungsi internal, namun hal ini harus dilakukan oleh pabrikan. Disarankan untuk memilih konfigurasi fungsi yang dibutuhkan sejak awal saat pembelian, guna menghindari biaya modifikasi di kemudian hari.
4.3 Pertanyaan: Apakah trafo kering wajib dilengkapi dengan fungsi pengendalian kipas?
Jawab: Jika trafo dilengkapi dengan kipas pendingin, maka fungsi ini diperlukan. Fungsi pengendalian kipas (dengan kode F) dapat secara otomatis menghidupkan dan mematikan kipas berdasarkan suhu belitan, sehingga memastikan efektivitas pendinginan sekaligus mencegah pemborosan akibat kipas yang berputar tanpa beban dalam waktu lama. Jika trafo menggunakan sistem pendinginan alami, fungsi ini tidak diperlukan.
4.4 Pertanyaan: Berapa panjang maksimum tabung kapiler pada pengatur suhu oli?
Jawab: Panjang tabung kapiler pada konfigurasi standar biasanya beberapa meter, yang cukup untuk menghubungkan bagian atas tangki oli transformator dengan panel pengatur suhu yang dipasang di dekatnya. Jika ada kebutuhan pemasangan khusus, silakan hubungi produsen untuk memesan tabung kapiler yang lebih panjang.
4.5 Pertanyaan: Apakah pemantauan suhu kedua jenis trafo tersebut dapat digabungkan ke dalam satu platform?
Jawab: Bisa. Untuk gardu induk yang memiliki trafo kering dan trafo minyak, dengan menghubungkan sinyal dari masing-masing pengatur suhu ke platform pemantauan terpadu atau sistem SCADA, data suhu semua trafo dapat dilihat dalam satu antarmuka.
Penafian: Isi artikel ini hanya untuk pertukaran teknis dan referensi, dan bukan merupakan bentuk komitmen pengadaan atau penawaran kontrak apa pun. Parameter teknis produk, program konfigurasi, dan harga tunduk pada kontrak dan perjanjian teknis yang ditandatangani.
Butuh solusi pemantauan suhu trafo? Silakan hubungi Innotongda untuk mendapatkan bantuan dalam memilih pengatur suhu trafo tipe kering atau basah. Layanan pelanggan: 13959168359 (nomor WeChat sama).








